
Musi Rawas, Glomadnews.com – Masjid Agung Darussalam Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas, Sumatera Selatan, jadi ikon baru di Kabupaten Musi Rawas. Dengan arsitektur yang moderen mewah dan terletak di kawasan Ibu Kota Kabupaten, memang sudah menjadi bangunan Masjid termegah di Muara Beliti.
Arsitekturnya megah, berpadu dengan nuansa Islami yang kuat, menciptakan suasana khusyuk bagi siapa saja yang datang beribadah. Keindahan masjid ini bukan hanya terlihat dari bangunannya, tetapi juga dari ketenangan dan kenyamanan yang dirasakan jamaah.
Masjid Agung Darussalam layak menjadi ikon kebanggaan Musi Rawas, sekaligus pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.

Masjid Agung Darussalam Muara Beliti adalah masjid kebanggaan masyarakat Musi Rawas, dibangun sekitar tahun 2009 sebagai ikon di Ibu Kota Baru, yang terletak di Kecamatan Muara Beliti. Masjid megah ini memiliki luas (sekitar 1 hektar), berarsitektur dominan hijau yang sejuk, dan dapat menampung sekitar 5000 jamaah, berfungsi sebagai pusat ibadah sekaligus tempat istirahat yang strategis di Jalan Lintas Sumatera dengan fasilitas memadai dan sering menjadi tempat peristirahatan pemudik dan acara keagamaan.
Masjid ini dibangun setelah Musi Rawas memisahkan diri dari Kota Lubuklinggau, menjadikannya masjid terbesar di kabupaten ini. Menjadi ikon baru di Musi Rawas, berfungsi sebagai tempat ibadah utama, pusat kegiatan keagamaan, sekaligus rest area bagi musafir yang melintas di Jalan Lintas Sumatera.
Fasilitas yang disiapkan rest area, food court, kamar mandi, area parkir luas untuk berbagai jenis kendaraan, serta tempat istirahat yang nyaman dan sejuk.
Lokasinya sangat strategis di Kompleks Perkantoran Pemerintah Daerah Musi Rawas, Desa Muara Beliti Baru, tepat di tepi Jalan Lintas Sumatera.
Masjid Agung Darussalam juga pernah memecahkan rekor Muri sebagai Khatam Al Qur’an, sehingga tidak hanya menjadi tempat peribadahan, tapi juga destinasi wisata religi yang populer di Sumatera Selatan.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas memanfaatkan potensi ini dengan menjadikan Masjid Agung Darussalam sebagai ikon Kabupaten Musi Rawas. Ini bisa menjadi langkah strategis untuk meningkatkan pariwisata dan ekonomi lokal.
Beberapa kegiatan Hari Besar Umat Islam telah dilaksanakan di masjid ini, seperti shalat Idul Fitri dihadiri oleh Bupati Musi Rawas, Hj Ratna Machmud dan Shalat Idul Adha 1446 H yang dihadiri oleh Wakil Bupati Musi Rawas, H Suprayitno, SH dan acara Pekan Raya Mantab 2025 yang menampilkan berbagai kegiatan sosial dan hiburan rakyat.
Masjid Agung Darussalam juga memiliki potensi sebagai destinasi wisata religi, mengingat pernah memecahkan rekor Muri sebagai Kabupaten Khatam Al Qur’an. Tidak hanya itu di Masjid Agung Darussalam juga pernah dijadikan sebagai tempat manasik haji untuk anak-anak TK/PAUD se Kabupaten Musi Rawas.
Pemerintah Kabupaten Musi Rawas tampak seriyus dan berkomitmen untuk terus berbenah mempercantik Masjid yang menjadi kebanggan masyarakat Musi Rawas tersebut. Diantaranya secara bertahap membenahi ornamen bagian dalam masjid, kemudian perbaikan kubah dan pemasangan sound sistem serta mengecat masjid dan memberikan pencahayaan lampu yang yunik supaya tampak lebih indah dilihat ketika menjelang malam. Perbaikan ini dilakukan, sekali lagi untuk menjadi masjid sebagai ikon Kabupaten Musi Rawas.
“Seperti daerah lain. Kita menginginkan masjid Agung Darussalam ini menjadi ikon Kabupaten Musi Rawas,” kata Kepala Dinas PU CK, H Oktaviano, ST, kepada awak media, senin (5/1/2026).
Dijelaskan tidak benar ada yang mengatakan masjid berlapiskan emas. Tetapi kalau berlapiskan kuningan berkilau seperti emas memang benar.
“Jadi memang materialnya berkwalitas untuk menjadikan masjid sebagai ikon Kabupaten Musi Rawas,” ucapnya.
Perlu diketahui saat ini sound sistem masjid sudah bagus, ornamen bagian dalam juga sudah bagus. Kalau dibagian dalam semua sudah selesai, nanti di rehab bagian luar seperti penataan parkir dan pagar serta taman.
“Kita percantik kalau orang ke Muara Beliti melihat masjid yang menjadi ikon Kabupaten Musi Rawas,” ungkapnya.
Dikatakannya kalau tahun sebelumnya memang bagus masjidnya tetapi kesannya kurang menarik. Sebab belum terlihat kalau masjid itu menjadi simbol atau ikon Kabupaten Musi Rawas.
“Seperti contohnya kalau di daerah lain seperti Kalimantan, itukan ada masjid yang menjadi ikon daerah tersebut. Ada lagi Masjid Jami Bengkulu juga ada. Artinya harus ada yang monumentallah atau harus sesuatu yang berbeda dan mempunyai ciri khas Apalagi di Kabupaten Musi Rawas diharapkan ada alun-alun dan masjid. Mungkin kedepan akan dibangun sport center. Memang Muara Beliti akan dijadikan kota. Apalagi Musi Rawas menjadi penyangga dari Kota Lubuklinggau,”jelasnya.
Ditambahkannya tahun ini 2026 kita harapkan parkiran untuk masjid tertata dengan baik. Artinya pengerjaannya bertahap, mulai dari bagian dalam masjid, kubah dan parkir serta pagar.
Masjid ini akan dibuat untuk pengunjung yang melihat untuk istirahat lebih nyaman. Makanya dijadikan ikon. Kemudian masjid ini juga akan dijadikan tempat kegiatan anak-anak remaja.
“Kalau anak-anak ada kegiatan bisa dilaksanakan di masjid tempat berkumpul dan beribadah,”ucapnya.
Sehingga kalau masjidnya menarik masyarakat yang melintas akan tertarik untuk mampir dan istirahat sembari ibadah.
“Ini merupakan program Bupati Musi Rawas untuk menjadikan Masjid Agung Darussalam untuk dijadikan ikon Kabupaten Musi Rawas,”jelasnya.
Perlu diketahui kata Okta, masjid itu dibuat terinspirasi dengan konsep masjid di Madinah. Walaupun tidak sama tapi dibuat semirip mungkin. (**)


