IMG-20260106-WA0037

Musi Rawas, glomadnews.com – Universitas Musi Rawas (Unmura) kian memantapkan langkah menuju perubahan status menjadi perguruan tinggi negeri. Hal ini ditegaskan melalui kegiatan Sosialisasi Penegerian dan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Tahun Akademik 2026–2027 yang digelar di Auditorium Pemerintah Kabupaten Musi Rawas, Selasa (06/01/2025). Kegiatan ini menjadi sinyal kuat bahwa proses penegerian Unmura bukan sekadar wacana, melainkan agenda strategis yang tengah berjalan.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh jajaran Yayasan Pendidikan Tinggi Silampari, mulai dari ketua, sekretaris, bendahara, hingga seluruh kepengurusan yayasan. Turut hadir para pimpinan universitas serta perwakilan rektor, mengingat rektor Unmura berhalangan hadir karena agenda rapat bersama menteri. Selain itu, ratusan mahasiswa semester 1 hingga semester 5 memadati ruang auditorium, mencerminkan antusiasme generasi muda terhadap masa depan kampus mereka.

Ketua Pelaksana kegiatan, Hermanto, SP., M.Si., menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi ini memiliki dua fokus utama. Pertama, sebagai bagian dari strategi Penerimaan Mahasiswa Baru 2026–2027. Kedua, untuk memperkuat pemahaman internal sivitas akademika bahwa proses penegerian Unmura telah memasuki tahap penting.

“Kami sengaja memulai dari internal sivitas akademika. Karena sebelum masyarakat luas mengetahui, kampus harus benar-benar paham dulu bahwa Unmura ini sedang berproses menuju universitas negeri. Ini sudah diketuk palu,” tegas Hermanto saat diwawancarai awak media.

Ia menambahkan, pemahaman internal menjadi kunci agar seluruh dosen, tenaga kependidikan, dan mahasiswa memiliki narasi yang sama ketika menyampaikan informasi ke masyarakat. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap Unmura akan semakin kuat.

Tak hanya berfokus pada dunia akademik, Unmura juga menyiapkan rangkaian kegiatan massal yang melibatkan masyarakat luas. Salah satu agenda besar yang direncanakan adalah Pameran Go Green Unmura 2026 yang dikombinasikan dengan kegiatan lari marathon 5K. Event ini terbuka untuk umum, mulai dari pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum, dan dijadwalkan berlangsung pada 15 Februari 2026 di Lapangan B Srikaton, Kecamatan Tugumulyo.

“Setiap peserta akan mendapatkan jersey, medali, serta kupon doorprize. Ini bukan sekadar olahraga, tapi ajang kebersamaan dan pengenalan Unmura kepada masyarakat luas,” jelasnya.

Hermanto optimistis, perubahan status Unmura menjadi universitas negeri akan membawa efek berganda (multiplier effect) yang luar biasa. Ia menilai, keberadaan perguruan tinggi negeri akan menjadi magnet baru yang mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mulai dari sektor jasa, perdagangan, hingga UMKM di sekitar wilayah Musi Rawas, Lubuklinggau, dan Muratara.

Ia mencontohkan Kota Malang yang setiap tahun menerima puluhan ribu mahasiswa pendatang. Dampaknya, perputaran ekonomi meningkat signifikan dan pembangunan sumber daya manusia berjalan pesat. Hal serupa diharapkan dapat terjadi di Musi Rawas.

“Dengan adanya universitas negeri di sini, pembangunan SDM akan lebih maju, ekonomi masyarakat bergerak, dan pada akhirnya kita bisa keluar dari persoalan IPM yang masih rendah. Unmura akan menjadi magnet baru pendidikan di Sumatera Selatan, khususnya wilayah barat,” ungkapnya.

Kegiatan sosialisasi ini sendiri dibagi dalam dua sesi. Sesi pertama diikuti oleh dosen dan karyawan, sementara sesi kedua melibatkan mahasiswa. Meski belum seluruh mahasiswa dapat hadir karena keterbatasan waktu perkuliahan, lebih dari 300 mahasiswa tercatat mengikuti kegiatan ini.

“Harapannya, mahasiswa yang hadir hari ini bisa menjadi corong informasi di tengah masyarakat. Bahwa ini adalah niat baik pemerintah daerah dan Unmura untuk mendekatkan akses pendidikan tinggi yang berkualitas kepada masyarakat,” pungkas Hermanto.

Dengan dukungan yayasan, pimpinan kampus, sivitas akademika, serta pemerintah daerah, Unmura kini berdiri di gerbang perubahan besar. Jika proses penegerian berjalan sesuai harapan, Musi Rawas bukan hanya akan memiliki universitas negeri, tetapi juga pusat pertumbuhan baru bagi pendidikan dan ekonomi regional.(rls)

About The Author